Pasar saham Indonesia menunjukkan pemulihan signifikan pada Juli 2026, setelah tertekan berat sepanjang semester pertama tahun ini. IHSG ditutup di level 6.236,13 pada 31 Juli 2026, menguat 10,51% secara bulanan (month-to-date), meski secara year-to-date masih terkoreksi tajam sebesar 27,88% akibat ketidakpastian suku bunga global, tensi geopolitik, pelemahan rupiah, dan arus keluar dana asing yang berkepanjangan. Momentum pemulihan ditopang oleh keputusan S&P yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB dengan outlook stabil, penurunan inflasi AS, meredanya ketegangan geopolitik Timur Tengah, serta kembalinya net buy investor asing sebesar Rp1,62 triliun sepanjang Juli. Bank Indonesia turut menahan suku bunga acuan di 5,75% sembari menjalankan triple intervention, sehingga rupiah ikut menguat menjelang akhir bulan.

