Press Release: Konstituen Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank Periode Juli-Desember 2026
1 Jul 2026Konstituen Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank Periode Juli-Desember 2026
PEFINDO bersama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menetapkan konstituen baru dalam evaluasi mayor yang rutin dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali pada Desember dan Juni. Hasil evaluasi mayor ini akan berlaku selama enam bulan berikutnya. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan data pemeringkatan yang dimiliki oleh PEFINDO serta data perdagangan saham dari perusahaan di sektor perbankan yang dimiliki oleh BEI, maka berikut ini adalah perusahaan-perusahaan yang menjadi konstituen Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank untuk periode Juli hingga Desember 2026:
|
Tampilan 1. Konstituen Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank periode Juli - Desember 2025 |
|||
|
No. |
Kode |
Nama Perusahaan |
Peringkat Korporasi |
|
1 |
BBCA |
Bank Central Asia Tbk. |
idAAA |
|
2 |
BBNI |
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. |
idAAA |
|
3 |
BBRI |
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. |
idAAA |
|
4 |
BBTN |
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. |
idAAA |
|
5 |
BDMN |
Bank Danamon Indonesia Tbk. |
idAAA |
|
6 |
BJBR* |
Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. |
idAA |
|
7 |
BMRI |
Bank Mandiri (Persero) Tbk. |
idAAA |
|
8 |
BNGA |
Bank CIMB Niaga Tbk. |
idAAA |
|
9 |
BRIS |
Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. |
idAAA |
|
10 |
PNBN |
Bank Pan Indonesia Tbk. |
idAA |
(*) Anggota Baru Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank periode Juli-Desember 2026.
IDX-PEFINDO Prime Bank: Mempertahankan Kinerja Jangka Panjang di Balik Tekanan Jangka Pendek
Sepanjang paruh pertama tahun 2026, pasar saham Indonesia bergerak dalam lingkungan yang diwarnai tekanan signifikan, baik dari faktor eksternal maupun domestik, yang menjaga volatilitas pasar pada level yang sangat tinggi. Koreksi tajam indeks utama dipicu oleh kekhawatiran global terhadap transparansi pasar modal domestik, reposisi portofolio investor asing, serta ketidakpastian arah kebijakan moneter global yang masih membayangi. Dalam konteks ini, kinerja saham sektor perbankan turut mengalami tekanan, tercermin dari koreksi harga saham bank-bank besar seiring dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap kualitas aset, melemahnya sentimen investor asing, serta volatilitas pasar yang membebani likuiditas. Namun demikian, dalam perspektif jangka menengah hingga panjang, sektor perbankan Indonesia tetap berada pada posisi yang relatif solid. Fundamental perbankan yang terjaga, didukung oleh pertumbuhan kredit yang mulai membaik, ruang pemulihan margin bunga seiring meredanya tekanan suku bunga, serta peningkatan pendapatan berbasis komisi, menjadi faktor penyangga utama bagi sektor ini ke depan. Dengan demikian, meskipun tekanan jangka pendek masih berlanjut, saham perbankan diperkirakan tetap memiliki ketahanan dan prospek yang relatif stabil dalam jangka panjang. IDX-PEFINDO Prime Bank, yang merupakan salah satu indeks acuan sektor perbankan di Indonesia dan terdiri dari bank-bank utama sebagai konstituennya, juga tidak luput dari tekanan tersebut. Namun demikian, IDX-PEFINDO Prime Bank masih dapat menjaga kinerja yang relatif baik dibandingkan dengan indeks lain yang sejenis dalam jangka panjang.
Melihat kinerja sejak tanggal dasar (3 Januari 2017), Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank masih menunjukkan kinerja unggul dibandingkan dengan indeks sejenis lainnya, namun masih sedikit di bawah indeks acuan sektor keuangan utama di BEI. Tingkat pengembalian Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank per 30 Juni 2026, jika dibandingkan dengan nilai pada tanggal dasarnya (3 Januari 2017), telah mencapai 37,35%. Nilai pengembalian tersebut mengungguli IHSG, LQ45, IDX30, dan Infobank15, yang masing-masing berkinerja 6,96%, -37,38%, -33,99%, dan 23,14%. Dari perbandingan nilai pengembalian tersebut, dapat terlihat bahwa tingkat pencapaian Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank masih dikategorikan baik dalam menghasilkan alpha dibandingkan dengan indeks acuan sejenis lainnya di BEI.
Sekilas Tentang Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank
Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank (PRIMBANK10) adalah indeks harga saham yang mengukur kinerja harga dari 10 saham perbankan berperingkat investment grade dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik. Dikembangkan dengan dukungan sinergi dan kredibilitas antara PEFINDO dan Bursa Efek Indonesia (BEI), IDX-PEFINDO Prime Bank menawarkan pilihan saham-saham dengan peringkat terukur dari PEFINDO dan menjadi penggerak pasar di sektor perbankan. IDX-PEFINDO Prime Bank menjadi satu-satunya indeks perbankan yang mengakomodasi peringkat/rating dari PEFINDO sebagai dasar pemilihan konstituen. Faktor-faktor yang menjadi dasar dalam pemilihan konstituen Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank antara lain meliputi peringkat Investment Grade dari PEFINDO, total aset, likuiditas, kapitalisasi pasar, valuasi pasar, dan faktor legal. Hari dasar untuk perhitungan IDX-PEFINDO Prime Bank adalah pada tanggal 03 Januari 2017 dengan angka dasar 100. Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank dihitung oleh BEI dengan menggunakan metode Capped Adjusted Free Float Market Capitalization Weighted, dengan bobot tiap saham pada indeks dibatasi paling tinggi 35%. PEFINDO bersama BEI secara rutin melakukan review atas konstituen Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank setiap 6 (enam) bulan sekali, yaitu pada bulan Juni dan Desember.

