Siaran Pers IDX-PEFINDO Prime Bank untuk Priode 1 Januari 2026 - 30 Juni 2026
31 Dec 2025Konstituen Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank Periode Januari hingga Juni 2026
PEFINDO bersama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menetapkan konstituen baru dalam evaluasi mayor yang rutin dilakukan setiap 6 (enam) bulan sekali pada Desember dan Juni. Hasil evaluasi mayor ini akan berlaku selama enam bulan berikutnya. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan data pemeringkatan yang dimiliki oleh PEFINDO serta data perdagangan saham dari perusahaan di sektor perbankan yang dimiliki oleh BEI, maka berikut ini adalah perusahaan-perusahaan yang menjadi konstituen Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank untuk periode Januari hingga Juni 2026:
|
Tampilan 1. Konstituen Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank periode Januari-Juni 2026 |
|||
|
No. |
Kode |
Nama Perusahaan |
Peringkat Korporasi |
|
1 |
BBCA |
Bank Central Asia Tbk. |
idAAA |
|
2 |
BBNI |
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. |
idAAA |
|
3 |
BBRI |
Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. |
idAAA |
|
4 |
BBTN* |
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. |
idAAA |
|
5 |
BDMN |
Bank Danamon Indonesia Tbk. |
idAAA |
|
6 |
BMRI |
Bank Mandiri (Persero) Tbk. |
idAAA |
|
7 |
BNGA* |
Bank CIMB Niaga Tbk. |
idAAA |
|
8 |
BRIS |
Bank Syariah Indonesia Tbk. |
idAAA |
|
9 |
BTPN |
Bank SMBC Indonesia Tbk. |
idAAA |
|
10 |
PNBN |
Bank Pan Indonesia Tbk. |
idAA |
(*) Anggota Baru Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank periode Januari-Juni 2026.
IDX-PEFINDO Prime Bank: Prospek Jangka Panjang Tetap Solid
Sepanjang tahun 2025, pasar saham Indonesia bergerak dalam lingkungan yang masih diwarnai ketidakpastian global dan domestik, yang menjaga volatilitas pasar pada level relatif tinggi. Dalam jangka pendek, kinerja saham sektor perbankan masih menghadapi tekanan, seiring kakunya penurunan biaya dana, ketatnya likuiditas, serta sikap kehati-hatian perbankan dalam penyaluran kredit. Faktor eksternal, termasuk kebijakan suku bunga global yang bertahan tinggi, turut membatasi minat investor terhadap saham perbankan. Namun demikian, dalam perspektif jangka menengah hingga panjang, sektor perbankan Indonesia tetap berada pada posisi yang relatif stabil. Fundamental perbankan yang solid, ditopang oleh permodalan yang kuat, kualitas aset yang terjaga, serta dukungan kebijakan makroprudensial yang akomodatif, menjadi faktor penyangga utama. Dengan demikian, meskipun tekanan jangka pendek masih berlanjut, saham perbankan diperkirakan tetap memiliki ketahanan dan prospek yang relatif stabil dalam jangka panjang.
IDX-PEFINDO Prime Bank, yang merupakan salah satu indeks acuan sektor perbankan di Indonesia dan terdiri dari bank-bank utama sebagai konstituennya, juga tidak luput dari tekanan tersebut. Namun demikian, IDX-PEFINDO Prime Bank masih dapat menjaga kinerja yang relatif stabil dibandingkan dengan indeks lain yang sejenis dalam jangka panjang.
Melihat kinerja sejak tanggal dasar (3 Januari 2017), Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank masih menunjukkan kinerja unggul dibandingkan dengan indeks acuan di BEI lainnya namun masih sedikit di bawah indeks bertemakan sektor keuangan. Tingkat pengembalian Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank per 30 Desember 2025, jika dibandingkan terhadap nilai pada tanggal dasarnya (3 Januari 2017) telah mencapai sebesar 87,89%. Nilai pengembalian tersebut mengungguli IHSG, LQ45, IDX30, dan Infobank15, yang mana masing-masing berkinerja 63,89%, -4,15%, -8,16%, dan 68,15%. Dari perbandingan nilai pengembalian tersebut, dapat terlihat bahwa tingkat pencapaian Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank masih terkategori baik dalam menghasilkan alpha dibandingkan dengan indeks acuan lainnya di BEI.

